soedirman15@gmail.com atau WA 085740291996

Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika

www.soedirman-hmti.blogspot.com

Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika

www.soedirman-hmti.blogspot.com

Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika

www.soedirman-hmti.blogspot.com

Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika

www.soedirman-hmti.blogspot.com

Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika

www.soedirman-hmti.blogspot.com

Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika

www.soedirman-hmti.blogspot.com

Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika

www.soedirman-hmti.blogspot.com

Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika

www.soedirman-hmti.blogspot.com

Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika

www.soedirman-hmti.blogspot.com

Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika

www.soedirman-hmti.blogspot.com

Tampilkan postingan dengan label Prakerin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prakerin. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Oktober 2013

syntax PHP membuat Menu pada Index

syntax php ini berfungsi untuk membuat sub menu,, dmana sub-menu ini berfungsi untuk membawa sebuah informasi (page/ form) tertentu kedalam sebuah form index


<p><a href="?p=MenuUtama">Menu</a>  |</p>
<p>
<?php 
if (isset($_REQUEST["p"])) // untuk cek apakah sudah ada variable p di adress (link yg klik
{
//statement ini di jalankan ketika variable p ada d adress
//include $_REQUEST["p"]; // menyisipkan halaman yg di bawa oleh variable "p"

include $halaman=$_REQUEST["p"].".php";
}
?>
</p>

berwarna biru adalah nama form yang akan kita panggil,dsini nama yang saya gunakan adalah MenuUtama.php dengan tampilan Menu

Sabtu, 28 September 2013

Perbedaan Base_Url() dengan Site_Url() pada CodeIgniter


Sebagai pemula dalam bercoding ria menggunakan framework php codeigniter, saya dulu sempat kebingungan dengan fungsi base_url() dengan site_url() yang sepintas tampak sama saja tpi beda. Dan membuat bingung pemula dalam menerapkan ke dalam script

dalam keterangan di user_guide:

site_url() akan mereturn nilai index page yang telah diset di config. Defaultnya index.php -> http://domain/path/index.php

sedangkan
base_url() hanya mereturn alamat site tanpa embel-embel -> http://domain/path/

artinya:
site_url() membaca string link dibelakang index.php sebagai controller/method/variabel/variabel
sedangkan
base_url() bisa membaca string apapun tanpa ada controller & metod alias bisa mereffer ke link/string apapun. Misal untuk tembak url css ato javascript.
Ex:
base_url(‘css/gaya.css’);
artinya tembak url css di path

http://domain/path/css/gaya.css

untuk penggunaan:
jika berhubungan dengan routing url menu, post, fungsi gunakan site_url()

untuk yang berhubungan dengan direct link css,images/js gunakan base_url()

NOTE:
dalam suatu kasus, anda menghilangkan index.Php
anda mengeset
$config['index_page'] =”
maka dalam hal ini site_url() == base_url()
sebagai saran, lebih baik anda tetap gunakan site_url()
karena apabila setting server mod rewritenya gak mau nyala, kalo anda dari awal menggunakan site_url() di link,fungsi,post data maka anda gak perlu repot ubah satu persatu link di script. Tinggal di config.php diset pada bagian $config['index_page'] =’index.Php’
maka semua akan bekerja tanpa perlu htaccess mod rewrite

Sabtu, 21 September 2013

Fungsi Agregat untuk Sortir dan Pengelompokan

Operasi Pengelompokan dan Penyeleksian
a. Keyword DISTINCT
Keyword ini digunakan untuk menyeleksi jika ada data dengan nilai sama maka hanya akan diambil salah satu nya saja. 
Contoh :
SELECT DISTINCT(nm_cabang) FROM cabang;
b. Keyword GROUP BY
Keyword ini digunakan untuk mengoperasikan sekelompok baris data menjadi bentuk group data. 
Contoh : 
SELECT department_id, job_id, sum( salary )
FROM employees
GROUP BY department_id, job_id;


c. Keyword HAVING
Keyword ini digunakan untuk membatasi jumlah /memilih baris yang tampil pada operasi Multi-row. 
Contoh :
SELECT department_id, MAX( salary )
FROM employees
GROUP BY department_id
HAVING max( salary ) >3000;

Beberapa Contoh Agregat yang sering di gunakan Pada Ms.Excell

Fungsi agregat adalah fungsi yang bekerja terhadap suatu group, dimana fungsi-fungsi tersebut terdiri dari :
1. Count
fungsinya untuk menghitung record/baris dari suatu tabel
ex: untuk menampilkan banyaknya record mahasiswa:
select count (*) from mahasiswa;
2. Sum
Fungsinya untuk menghitung jumlah dari sekumpulan kolom dari suatu tabel
ex: untuk menampilkan total sks untuk kuliah di semester 2:
select sum (sks) from kuliah where semester = 2;
3. Avg
Fungsinya untuk mendapatkan nilai rata-rata nilai kolom tertentu pada suatu tabel
ex: untuk menampilkan rata-rata sks untuk semua matakuliah
selectavg (sks) from kuliah;
4. Max
Fungsinya untuk mendapatkan nilai terbesar dari sekumpulan nilai kolomdari suatu tabel
ex: untuk menampilkan nilai terbesar yang diperolehmahasiswa
select max (nilai) from nilai where kode_kul =’IF-110′;
5. Min
Fungsinya untuk mendapatkan nilai terkecil dari sekumpulan nilai kolom dari suatu tabel
ex: untuk mendapatkan nilai terkecil dari sekumpulan nilai kolom dari suatu table mahasiswa
select min (tgl_lahir) from mahasiswa;

Perintah dasar SMBD (Sistem Management Basis Data)

Fungsi aggregat[sunting]
Beberapa SMBD memiliki fungsi aggregat, yaitu fungsi-fungsi khusus yang melibatkan sekelompok data (aggregat). Secara umum fungsi aggregat adalah:
  • SUM untuk menghitung total nominal data
  • COUNT untuk menghitung jumlah kemunculan data
  • AVG untuk menghitung rata-rata sekelompok data
  • MAX dan MIN untuk mendapatkan nilai maksimum/minimum dari sekelompok data.
Fungsi aggregat digunakan pada bagian SELECT. Syarat untuk fungsi aggregat diletakkan pada bagian HAVING, bukan WHERE.
Subquery[sunting]
Ada kalanya query dapat menjadi kompleks, terutama jika melibatkan lebih dari satu tabel dan/atau fungsi aggregat. Beberapa SMBD mengizinkan penggunaan subquery. Contoh:
Tampilkan username pengguna yang memiliki jumlah transaksi terbesar.
 SELECT username
 FROM user
 WHERE jml_transaksi =
 (
 SELECT MAX(jml_transaksi)
 FROM user
 )

INSERT[sunting]

Untuk menyimpan data dalam tabel digunakan sintaks:
 INSERT INTO [NAMA_TABLE] ([DAFTAR_FIELD]) VALUES ([DAFTAR_NILAI])
Contoh:
 INSERT INTO TEST (NAMA, ALAMAT, PASSWORD) VALUES ('test', 'alamat', 'pass');

UPDATE[sunting]

Untuk mengubah data menggunakan sintax:
 UPDATE [NAMA_TABLE] SET [NAMA_KOLOM]=[NILAI] WHERE [KONDISI]
Contoh:
 UPDATE Msuser set password="123456" where username="abc"

DELETE[sunting]

Untuk menghapus data dipergunakan sintaks:
 DELETE FROM [nama_table] Where [KONDISI]
Contoh:
 DELETE FROM TEST WHERE NAMA='test';

Perintah SELECT database MySQL

SELECT adalah perintah yang paling sering digunakan pada SQL, sehingga kadang-kadang istilah query dirujukkan pada perintah SELECT. SELECT digunakan untuk menampilkan data dari satu atau lebih tabel, biasanya dalam sebuah basis data yang sama. Secara umum, perintah SELECT memiliki bentuk lengkap:
( QUERY BUDIN ) Cilegon.
 SELECT [nama_tabel|alias.]nama_field1 [AS alias1] [, nama_field2, ...]
 FROM nama_tabel1 [AS alias1] [INNER|LEFT|RIGHT JOIN tabel2 ON ''kondisi_penghubung'']
 [, nama_tabel3 [AS alias3], ...]
 [WHERE ''kondisi'']
 [ORDER BY nama_field1 [ASC|DESC][, nama_field2 [ASC|DESC], ...]]
 [GROUP BY nama_field1[, nama_field2, ...]]
 [HAVING ''kondisi_aggregat'']
dengan:
  • kondisi adalah syarat yang harus dipenuhi suatu data agar ditampilkan.
  • kondisi_aggregat adalah syarat khusus untuk fungsi aggregat.
Kondisi dapat dihubungkan dengan operator logika, misalnya AND, OR, dan sebagainya.
Contoh:
Diasumsikan terdapat tabel user yang berisi data sebagai berikut.
usernamepasswdtanggal_lahirjml_transaksitotal_transaksi
Aris6487AD5EF09-09-1987610.000
Budi97AD4erD01-01-199400
Charlie54879465406-12-196524312.150
DanielFLKH947HF24-04-198030
Erik94RER5417-08-19453450.000
Contoh 1: Tampilkan seluruh data.
 SELECT *
 FROM user
Contoh 2: Tampilkan pengguna yang tidak pernah bertransaksi.
 SELECT *
 FROM user
 WHERE total_transaksi = 0
Contoh 3: Tampilkan username pengguna yang bertransaksi kurang dari 10 dan nilainya lebih dari 1.000.
 SELECT username
 FROM user
 WHERE jml_transakai < 10 AND total_transaksi > 1000
Contoh 4: Tampilkan total nominal transaksi yang sudah terjadi.
 SELECT SUM(total_transaksi) AS total_nominal_transaksi
 FROM user
Contoh 5: Tampilkan seluruh data diurutkan berdasarkan jumlah transaksi terbesar ke terkecil.
 SELECT *
 FROM user
 ORDER BY jml_transaksi DESC

Normalisasi Data

Step pertama yang ane dapat dari dosen pembimbing,dosen, dan Pembimbing lapangan + ISTD ane
Tentukan Normalisasi Data

Normalisasi adalah suatu teknik untuk mengorganisasikan data ke dalam tabel-tabel untuk memenuhi kebutuhan pemakai di dalam suatu ogranisasi.

masih bingung nie... karna yang di jelasin adalah bahasa intelek semua,, dari normalisasi 1NF,2NF dan NF NF yang lainnya,,, tapi gue simpelin adja langkah2nya dengan bahasa gue yaitu

STEP #1 ane coba Print semua Report2 yang nantinya ane butuhkan dalam perancangan aplikasi ane 

STEP#2 Coba tulis data yang akan d keluarkan serta tentukan Lenght dan Tipe dari Data tersebut

STEP#3 Setelah semua field sudah selesai di data maka coba kelompokan data2 tersebut menjadi sebuah garis besar

STEP#4 mulai menghubung-hubungkan dengan methode penamaan Table atau coba mencari Primary key yang cocok untuk menghubungkan datBase table yang akan kita buat

STEP#5

yang kelima masih underkontruksi ea,,,yang penting intinya sama brooo
karna tujuan NORMALISASI adl
Untuk menghilangkan kerangkapan data/ redudansi.
Untuk mengurangi kompleksitas
Untuk mempermudah pemodifikasian data
Untuk menghilangkan anomali data

Kalau ente seorang INTELEK dan g mau bahasa gaul,, coba baca yang ini
Tahapan Normalisaisi adalah
1 NF (Bentuk Normal Pertama )
Ciri-cirinya adalah Setiap data di bentuk dalam flat file dan Tidak ada set atribut yang berulang –ulang.
Membentuk tabel menjadi Un-Normalized, dengan mencantumkan semua field data yang ada. Membentuk Normal Kesatu (1 NF) dengan flat table memisahkan data pada field-field yang tepat bernilai atomik, dan melengkapi atribut/ field yg ada.bentuk Normal Kesatu ini mempunyai banyak

2 NF (Bentuk Normal Kedua)
memenuhi Bentuk Normal Pertama ,Menentukan atribut kunci Utama/Primari key,Atribut bukan kunci bergantung secara fungsi pada Kunci Utama/Primari key.
Langkah selanjutnya adalah membuat data menjadi bentuk normal kedua (2NF), dengan menentukan Primary key. Dari table Registrasi tamu hotel Primary key(*)nya adalah :
Kode_Kamar
No_Registrasi
ID_Penghuni
Setelah itu kita harus mengelompokan field non kunci dengan Primary key berdasarkan ketergantungan Fungsional

3 NF (Bentuk Normal ketiga )
Sudah memenuhi Bentuk Normal Kedua ,Tidak mempunyai field yang bengantung Transitif
Setelah membuat bentuk 1NF dan 2NF Selanjutnya adalah membentuk Normal ke Tiga (3NF) yakni dengan menghilangkan field yang bergantung Transitif dan membentuk relasi dengan dengan menentukan Foreign Key yaitu Kode_Kamar dan ID_Penghuni dan menambahkan Foreign Key(**) tersebut dalam Tabel Registrasi
Tahapan selanjutnya adalah adanya BCNF (Boyce–Codd Normal Form)yakni Sebuah Tabel/Relasi adalah BCNF jika setiap atribut penentu/determinant adalah candidate key/Kunci Kandidat ,tapi biasanya bentuk 3NF sama dengan bentuk BCNF.
Demikianlah postingan saya kali ini,semoga memberi manfaat untuk kita semua,terlepas banyaknya kesalahan mohon dimaafkan karena tidak ada manusia yang sempurna.Terima Kasih.