soedirman15@gmail.com atau PIN 2A7BE3D4

Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika

www.soedirman-hmti.blogspot.com

Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika

www.soedirman-hmti.blogspot.com

Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika

www.soedirman-hmti.blogspot.com

Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika

www.soedirman-hmti.blogspot.com

Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika

www.soedirman-hmti.blogspot.com

Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika

www.soedirman-hmti.blogspot.com

Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika

www.soedirman-hmti.blogspot.com

Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika

www.soedirman-hmti.blogspot.com

Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika

www.soedirman-hmti.blogspot.com

Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika

www.soedirman-hmti.blogspot.com

Selasa, 08 Mei 2018

Penjelasan atau pengertian subprime mortgage crisis penyebab kehancuran harga properti

Pada tahun 2008 di Amerika banyak orang  mengalami kerugian besar karena harga rumah terjun bebas, menggerus nilai investasi yang orang sebut-sebut sebagai jenis investasi yang nilainya selalu naik. Ternyata pemikiran semacam itu telah membuat banyak orang gigit jari pada waktu itu.
Jika kita lihat di Indonesia, harga dari salah satu kebutuhan pokok, yaitu papan memang selalu merangkak naik. Jumlah lahan yang semakin sedikit, dipadu dengan kebutuhan akan tempat tinggal yang terus bertambah, mengerek harga rumah terus naik ke atas. Hal yang sama juga terjadi di negara-negara lain.
Lalu apa yang menyebabkan kehancuran harga di pasar properti Amerika 5 tahun yang silam, dan bahkan menyeret perekonomian dunia bersamanya.
Salah satu bank tertua dan terbesar di Amerika, yaitu Bank Lehman Brothersdengan CEO-nya, Richard Severein Fuld, Jr. atau sering dipanggil Dick Fuld meminjam dengan sangat agresif dari Federal Reserve,Bank Sentral Amerika Serikat (disini Bank Indonesia/BI) dengan jumlah sangat banyak, melebihi dari bank-bank lainnya, kurang lebih dua kali dari bank-bank yang lain. Karena pada tahun 2008 suku bunga yang ditetapkan hanya 1%, sebuah angka yang sangat kecil sekali.
Dengan pinjaman yang sangat besar tersebut (dalam dunia perbankan disebutleverage) bank dapat menghasilkan keuntungan yang berlipat-lipat. Sebaliknya bila bank tersebut mengalami kerugian, maka penderitaannya juga akan bertambah-tambah. Dan itulah yang terjadi. Lehman Brothers jatuh bangkrut.
Seperti yang kita ketahui, bahwa bank mendapatkan keuntungan melalui pemberian/penyaluran kredit. Demikian juga Bank Lehman Brothers menawarkan Kredit Pinjaman Rumah (KPR) kepada masyarakat Amerika. Bahkan mereka berani meminjamkan kepada orang-orang yang tidak kredibel dalam kemampuan membayarnya (subprima), dengan suku bunga awal yang rendah sekali. Tidak perlu melewati pemeriksaan dokumen yang menyulitkan. Begitu diajukan langsung disetujui. Dan Inilah awal dari krisis kredit macet atau lebih dikenal dengan subprime mortgage crisis.
Secara sederhana proses terjadinya kekacauan ini dijelaskan di halaman selanjutnya

Para pemain

Krisis kredit ini mempertemukan dua kelompok orang yang berbeda, yaitu parapemilik rumah dan para investor. Para pemilik rumah mewakili Kredit Pinjaman Rumah (KPR), dan para investor mewakili uang mereka. Sementara itu KPR itu sendiri mewakili rumah-rumah,  dan uang mewakili institusi-institusi finansial besar.
Kedua grup, pemilik rumah dan investor dipertemukan di dalam suatu sistem finansial oleh sekelompok bank dan makelar yang dikenal sebagai Wall Street.
Bertahun-tahun yang lalu. Para investor duduk di atas gundukan uang mereka, mencari suatu investasi yang baik untuk menghasilkan lebih banyak  uang. Biasanya mereka pergi ke Federal Reserve untuk membeli obligasi pemerintah yang dianggap sebagai investasi teraman.
Tetapi dengan kejatuhan dunia dot com pada 11 September, Chairman Federal Reserve, Allan Greenspan menurunkan tingkat suku bunga hingga menjadi hanya 1% untuk menjaga perekonomian tetap kuat.
1% adalah suatu pengembalian investasi yang sangat rendah (dari obligasi). Oleh karena itu para investor berkata, “Tidak, terima kasih!”
Di sisi lain hal ini berarti bank-bank di Wall Street dapat meminjam uang dari Federal Reserve hanya dengan bunga 1%. Setelah itu dengan adanya surplus dari Jepang, Cina dan Timur Tengah menciptakan kredit berbunga rendah yang berlimpah. Hal ini membuat meminjam uang menjadi sangat mudah bagi bank-bank dan mereka menjadi tergila-gila dengan yang namanya leverage .

Leverage

Leverage adalah meminjam uang untuk meningkatkan output dari sebuah transaksi. Inilah cara kerjanya.
Pada sebuah transaksi yang biasa, seseorang dengan $10.000 membeli sebuah kotak seharga $10.000. Kemudian dia menjualnya ke orang lain seharga $11.000 untuk keuntungan $1.000. Ini suatu transaksi yang bagus.
Dengan menggunakan leverage seseorang dengan uang $10.000 akan meminjam $990.000, dan membuatnya memiliki uang sebanyak $1.000.000 di tangan. Lalu dia membeli 100 kotak dengan uang $1.000.000 miliknya dan menjualnya ke orang lain seharga $1.100.000.
Setelah itu dia membayar kembali hutangnya yang sebesar $990.000 + $10.000 (katakanlah sebagai bunganya). Dan setelah dikurangi dengan $10.000-nya yang pertama (modal pertama), tersisa untuknya keuntungan $90.000. Coba bandingkan dengan orang yang sebelumnya yang hanya untung $1.000.  Leverage merubah sebuah transaksi yang bagus, menjadi sebuah transaksi yang luar biasa. Ini adalah cara bank-bank besar menghasilkan uang.
Jadi Wall Street mengambil banyak sekali pinjaman, menghasilkan banyak transaksi yang luar biasa. Dan tumbuh menjadi sangat kaya, kemudian membayar hutangnya kembali.
Investor melihat ini dan ingin mendapatkan bagian.  Dan hal ini memberikan ide bagi Wall Street untuk menghubungan para investor dengan pemilik rumah melalui KPR. Begini caranya.

Siklus KPR yang menguntungkan

Sebuah keluarga menginginkan sebuah rumah, maka mereka menabung untuk uang muka dan kemudian menghubungi makelar KPR mereka. Makelar KPR menghubungkan mereka dengan si bank pemberi pinjaman KPR. Si makelar mendapatkan komisi yang bagus dan keluarga yang membeli rumah menjadi pemilik rumah. Hal ini baik menurut mereka sebab harga rumah bisa dikatakan selalu naik. Semuanya berjalan dengan lancar.
Suatu hari bank pemberi pinjaman KPR mendapatkan telpon dari sebuah bank investasi yang ingin membeli KPR itu. Si pemberi pinjaman menjualnya dengan harga yang bagus.
Berikutnya Bank investasi meminjam jutaan dolar untuk membeli ribuan KPR dan menaruhnya di dalam sebuah kotak kecil yang apik. Dengan Ini setiap bulannya dia mendapatkan uang dari para pemilik rumah.
Lalu bank investasi tadi membagi isi kotak itu menjadi tiga bagian: bagian yang aman, yang lumayan aman, dan yang berisiko. Kemudian mereka menaruhnya kembali ke dalam kotak dan menyebutnya sebagaiCollateralized Debt Obligation atau CDO.
Sebuah CDO bekerja seperti tiga baki yang tersusun, ketika uang datang baki yang pertama terisi duluan, kemudian tumpah jatuh ke baki yang di tengah dan sisanya ke baki paling bawah.
Uang berasal dari para pemilik rumah yang membayar pinjaman rumah mereka. Jika ada pemilik rumah yang gagal bayar, maka lebih sedikit uang yang masuk, dan baki yang paling bawah mungkin tidak akan terisi. Ini membuat baki yang paling bawah lebih berisiko dan baki yang paling atas lebih aman.
Untuk mengompensasi risiko yang lebih tinggi, baki yang paling bawah mendapatkan pengembalian keuntungan yang tinggi. Dan yang paling atas mendapatkan pengembalian keuntungan yang lebih kecil, tetapi tetap masih bagus.
Agar baki yang paling atas menjadi lebih aman lagi, bank menciptakan asuransi dengan sejumlah biaya yang kecil, yang disebut dengan Credit Default Swap,suatu asuransi atas gagal bayar.
Bank melakukan semua pekerjaan ini agar badan pemberi peringkat kredit mencap potongan yang paling atas sebagai investasi AAA, sebuah peringkat paling aman. Potongan yang lumayan aman dengan BBB, cukup baik, dan hmm…mereka tidak mau repot memberi peringkat pada potongan yang berisiko.
Oleh karena peringkat AAA, bank investasi dapat menjual potongan yang paling aman kepada investor yang hanya menginginkan investasi yang aman. Dia menjual potongan yang lumayan aman kepada bankir yang lain, dan potongan yang berisiko kepada pengelola investasi global atau pengambil risiko lainnya. Bank investasi menghasilkan uang yang banyak. Kemudian dia membayar kembali hutang-hutangnya.
Akhirnya para investor menemukan investasi yang lebih baik untuk uang mereka, jauh lebih baik daripada obligasi pemerintah yang hanya 1%. Mereka begitu senang,mereka menginginkan potongan CDO yang lebih banyak lagi. Maka bank investasi menelpon si bank pemberi pinjaman, menginginkan lebih banyak KPR lagi. Si pemberi pinjaman menelpon si makelar untuk mendapatkan lebih banyak lagi pemilik rumah. Tetapi si makelar tidak dapat menemukan siapa pun lagi. Semua yang layak untuk KPR sudah memiliki KPR.
Tetapi kemudian mereka memiliki ide. Ketika pemilik rumah gagal bayar, pemberi pinjaman menyita dan mendapatkan rumah, dan rumah selalu naik harganya. Dan oleh karenanya mereka terlindungi jika pemilik rumah gagal bayar, sehingga bank pemberi pinjaman dapat menambah lebih banyak KPR-KPR baru yang berisiko. Tidak perlu uang muka, tidak perlu bukti pendapatan, tanpa dokumen apa pun. Dan itulah apa yang mereka lakukan.
Maka bukannya meminjamkan uang kepada pemilik rumah yang bertanggungjawab yang disebut dengan prime mortgage, mereka mendapatkan yang lebih kurang bertanggungjawab yang disebut sub-prime mortgage. Ini adalah titik pembalikannya.

Titik awal dari semua masalah

Jadi seperti biasanya si makelar KPR menghubungkan para keluarga dengan si pemberi pinjaman dan ia mendapatkan komisi. Sedangkan para keluarga tersebut membeli rumah yang besar. Sementara bank pemberi pinjaman menjual KPR itu kepada bank investasi.  Bank Investasi merubahnya menjadi CDO, dan menjual potongan-potongan itu kepada para investor dan kepada yang lainnya. Semua ini sebenarnya bekerja dengan baik sekali untuk semua orang dan membuat semuanya menjadi kaya.
Tidak ada yang merasa khawatir karena setelah mereka menjual KPR kepada orang yang selanjutnya, KPR itu menjadi masalahnya orang yang selanjutnya itu. Jika pemilik rumah itu gagal bayar, mereka tidak peduli, mereka menjual risikonya kepada orang yang berikutnya dan menghasilkan jutaan seperti bermain dengan bom waktu.

Harga rumah berjatuhan

Tidak mengherankan pada akhirnya para pemilik rumah menjadi gagal bayar. Bank pemberi pijaman KPR melakukan penyitaan, dan salah satu pemasukan bulanan mereka berubah menjadi sebuah rumah. Tidak masalah, bank menjualnya. Tetapi semakin lama pemasukan bulanannya berubah menjadi rumah-rumah yang lain. Sekarang begitu banyak rumah yang dijual di pasar, menciptakan lebih banyak penawaran daripada permintaan, harga rumah yang naik menjadi tidak naik lagi bahkan mereka turun.
Ini menciptakan masalah  yang menarik bagi para pemilik rumah yang mencicil rumah mereka. Seiring rumah-rumah di lingkungan mereka dijual, nilai dari rumah mereka turut turun. Kemudian mereka berpikir mengapa mereka membayar pinjaman KPR mereka yang sebesar $300.000 sementara rumah tersebut saat ini hanya bernilai $90.000. Mereka pun memutuskan, bahwa tidak masuk akal untuk melanjutkan cicilan mereka, meskipun mereka mampu. Maka mereka meninggalkan rumah mereka. Tingkat gagal bayar menjadi tinggi menyapu seluruh negri dan harga terjun bebas.
Sekarang bank investasi pada dasarnya memegang sebuah kotak berisi penuh rumah yang tidak ada nilainya. Dia menelpon temannya si investor untuk menjual CDO-nya. Tetapi investor tersebut tidak bodoh dan berkata, tidak terima kasih.
Dia tahu bahwa aliran uang tidak menetes lagi. Dia berusaha menjual CDO-nya kepada semua orang, tetapi semua tidak ada yang mau membeli bomnya. Dia menjadi ketakutan karena terkadang ia meminjam jutaan atau bahkan milyaran dolar untuk membeli ‘bom’ ini dan dia tidak dapat membayarnya kembali.
Apa pun yang ia coba, ia tidak dapat membuangnya. Tetapi ia bukan satu-satunya. Investor telah membeli ribuan dari bom-bom ini sebelumnya.
Si bank pemberi pinjaman mencoba untuk menjual KPR nya, tetapi bank lain tidak mau membelinya, dan si makelar kehilangan pekerjaan. Seluruh finansial keuangan menjadi mati suri, dan semuanya menjadi gelap. Semua orang mulai menjadi bangkrut.
Dan Anda mulai dapat melihat bagaimana krisis mulai mengalir di dalam siklus. Selamat datang di dalam krisis kredit macet.Bank Lehman Brothers adalah bank yang sangat besar dan banyak bisnis, bank dan negara yang terkait dengannya sehingga kejatuhannya juga menyebabkan kejatuhan yang lain. Keputusan Pemerintah Amerika pada waktu itu untuk tidak mem-bail outLehman Brothers hingga kini masih terus diperdebatkan.

Selasa, 10 April 2018

ECC Toyota - Angkot Jendela Dunia -

Employee CSR Competition (ECC) once again was held with the tag line "urban technology" in accordance with its objectives, namely to bring employees to the surrounding environment through independent CSR programs. This event is a competition between employees, followed by Toyota Indonesia with the involvement of neighborhood residents on each team. The  program that contested was divided according to the four pillars of Toyota Indonesia CSR, the Environment, Education, Traffic Safety and Community Development.

The event is organized in several stages the begin with the proposals submission to then filtered by the committee to 20 best proposals. The best proposals take the form of a funding of IDR 10 million for each team to realize their idea (kick off). To arrange appropriate project, 20 teams participated in workshops on CSR and given training program. After 4 weeks, the CSR team and the jury did Genba (direct observation) to the place where the project is realized to make an assessment. The Assessment is based on several things, namely: project originality, benefits to the environment, the extent of the involvement of neighborhood residents, publications and excellence of the project for then to select the winner which consists of 3 major champion and second runner up.

Minggu, 08 April 2018

ECCToyota2017 - Angkot Jendela Dunia

Employee CSR Competition (ECC) once again was held with the tag line "Living with Harmonious Society" in accordance with its objectives, namely to bring employees to the surrounding environment through independent CSR programs. This event is a competition between employees, followed by Toyota Indonesia with the involvement of neighborhood residents on each team. The  program that contested was divided according to the four pillars of Toyota Indonesia CSR, the Environment, Education, Traffic Safety and Community Development.

The event is organized in several stages the begin with the proposals submission to then filtered by the committee to 20 best proposals. The best proposals take the form of a funding of IDR 10 million for each team to realize their idea (kick off). To arrange appropriate project, 20 teams participated in workshops on CSR and given training program. After 4 weeks, the CSR team and the jury did Genba (direct observation) to the place where the project is realized to make an assessment. The Assessment is based on several things, namely: project originality, benefits to the environment, the extent of the involvement of neighborhood residents, publications and excellence of the project for then to select the winner which consists of 3 major champion and second runner up.

Rabu, 04 April 2018

Toyota ECC - Angkot Jendela Dunia - #temanPicaso



Kabupaten Karawang, Team (Picaso ) setelah sukses di tahun 2017 dalam program Toyota  Employee CSR Competion (ECC) menyabet juara 3  dalam pilar traffic safety dengan tema ‘safety campaign on the road’, kini team tersebut  ikut kembali dengan tema dan pilar yang berbeda, pihaknya di tahun 2018 ini mengaplikasi pilar education dengan tema ‘Angkot Jendala Dunia’.


Berdasarkan studi “Most Littered Nation In the World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.Dari situ PICASO ingin meningkatkan minat baca orang Indonesia khususnya warga Karawang dengan mewujudkan Tema tersebut.

“Pada program Toyota ECC tahun ini, kami membuat program angkot jendela dunia dengan mengabungkan fungsi moda transportasi dengan konsep perpustakaan,” ujar Ketua team Picaso, Sudirman didampingi Arizal dan Iwan.

Dalam program ECC ini, Toyota memberikan kesempatan kepada seluruh karyawannya dengan mengajukan proposal yang berkaitan dengan  4 Pilar CSR yaitu Education, Traffic Safety, Environment dan Community Dev & Philantrophy.

Pada akhirnya Team PICASO kembali terpilih untuk mewujudkan  program Toyota ECC kali ini.

Picaso memilih 3 Angkot yaitu 2 angkot no.01 jurusan terminal Klari hingga Karangpawitan dan angkot no.07 jurusan terminal Tanjungpura hingga Kertabumi sebagai media Angkot Jendela Dunia.

“Pada angkot yang telah dipilih, kita berikan sosialisasi dan dilakukan modifikasi seperti pemasangan rack buku dan pemberian bukunya serta stiker yang dipasang di angkot tersebut sebagai penanda angkot tersebut adalah Angkot Jendela Dunia,”  ucapnya.

Buku-buku yang ada di dalam angkot tersebut,  PICASO memberikan komik, novel, olahraga, buku agama, cerita, dan resep.



“Kami juga share value terkait Toyota.Jadi ada buku-buku terkait toyota, seperti sejarahnya Toyota dan ilmu terkait basic Toyota,” tambahnya.

Sasaran Picaso dalam program edukasi kali  ini adalah  para pelajar, karyawan  dan  masyarakat pengguna jasa transportasi yang sering menggunakan angkot tersebut . “Harapannya program ini dapat meningkatkan aktivitas gemar membaca,” pungkasnya.(ybs)

Jumat, 20 Desember 2013

USE CASE DIAGRAM

Pengertian :
● Use case class digunakan untuk memodelkan dan menyatakan unit fungsi/layanan yang disediakan oleh sistem (or bagian sistem: subsistem atau class) ke pemakai.
● Use case dapat dilingkupi dengan batasan sistem yang diberi label nama sistem.
● Use case adalah sesuatu yang menyediakan hasil yang dapat diukur ke pemakai atau sistem eksternal.
Karakteristik :
– Use cases adalah interaksi atau dialog antara sistem dan actor, termasuk pertukaran pesan dan tindakan yang dilakukan oleh sistem.
– Use cases diprakarsai oleh actor dan mungkin melibatkan peran actor lain. Use cases harus menyediakan nilai minimal kepada satu actor.
– Use cases bisa memiliki perluasan yang mendefinisikan tindakan khusus dalam interaksi atau use case lain mungkin disisipkan.
– Use case class memiliki objek use case yang disebut skenario. Skenario menyatakan urutan pesan dan tindakan tunggal.
Komponen Pembentuk Use Case Diagram :
1. Actor
Pada dasarnya actor bukanlah bagian dari use case diagram, namun untuk dapat terciptanya suatu use case diagram diperlukan beberapa actor. Actor tersebut mempresentasikan seseorang atau sesuatu (seperti perangkat, sistem lain) yang berinteraksi dengan sistem. Sebuah actor mungkin hanya memberikan informasi inputan pada sistem, hanya menerima informasi dari sistem atau keduanya menerima, dan memberi informasi pada sistem. Actor hanya berinteraksi dengan use case, tetapi tidak memiliki kontrol atas use case. Actor digambarkan dengan stick man . Actor dapat digambarkan secara secara umum atau spesifik, dimana untuk membedakannya kita dapat menggunakan relationship
 Actor
Gambar Actor

2. Use Case
Use case adalah gambaran fungsionalitas dari suatu sistem, sehingga customer atau pengguna sistem paham dan mengerti mengenai kegunaan sistem yang akan dibangun.
Catatan : Use case diagram adalah penggambaran sistem dari sudut pandang pengguna sistem tersebut (user), sehingga pembuatan use case lebih dititikberatkan pada fungsionalitas yang ada pada sistem, bukan berdasarkan alur atau urutan kejadian.
Cara menentukan Use Case dalam suatu sistem:
a. Pola perilaku perangkat lunak aplikasi.
b. Gambaran tugas dari sebuah actor.
c. Sistem atau “benda” yang memberikan sesuatu yang bernilai kepada actor.
d.   Apa yang dikerjakan oleh suatu perangkat lunak (*bukan bagaimana cara mengerjakannya).
Use Case
Gambar Use Case

Relasi dalam Use Case
Ada beberapa relasi yang terdapat pada use case diagram:
1. Association, menghubungkan link antar element.
2. Generalization, disebut juga inheritance (pewarisan), sebuah elemen dapat merupakan spesialisasi dari elemen lainnya.
3. Dependency, sebuah element bergantung dalam beberapa cara ke element lainnya.
4. Aggregation, bentuk assosiation dimana sebuah elemen berisi elemen lainnya.
Tipe relasi/ stereotype yang mungkin terjadi pada use case diagram:
1. <<include>> , yaitu kelakuan yang harus terpenuhi agar sebuah event dapat terjadi, dimana pada kondisi ini sebuah use case adalah bagian dari use case lainnya.
2. <<extends>>, kelakuan yang hanya berjalan di bawah kondisi tertentu seperti menggerakkan alarm.
3. <<communicates>>, mungkin ditambahkan untuk asosiasi yang menunjukkan asosiasinya adalah communicates association . Ini merupakan pilihan selama asosiasi hanya tipe relationship yang dibolehkan antara actor dan use case.
3. Contoh Use Case Diagram

Rabu, 18 Desember 2013

Query Menampilkan data ke samping dengan PHP

<p><strong>PLAN TPS</strong></p>
 <br> <table height="91" border="0">
   <tr><td>
<table width="100%" border="0">
  <tr>  
    <td bgcolor='#99FF00'>NO</td>
    </tr>
    <tr>
    <td  bgcolor='#99FF00'>DATE</td>
    </tr>
    <tr>
    <td>TRACKING</td>
    </tr>
     <tr>
    <td>MODEL </td>
    </tr>
    <tr>
    <td>SHIFT</td>
    </tr>
    <tr>
    <td>QTY</td>
    </tr>
</table></td>
<?php
include "excel_reader2.php";
    include "koneksi.php";
    $no=1;
    $tampil = mysql_query("SELECT * FROM plan order by Date");
    while($r=mysql_fetch_array($tampil)){
    echo"<td><table width='100%' border='0'><tr>
        <td bgcolor='#99FF00'>$no</td></tr><tr>
        <td bgcolor='#99FF00' width='100%'>$r[3]</td></tr><tr>
        <td>$r[1]</td></tr><tr>
        <td>$r[2]</td></tr><tr>
        <td>$r[4]</td></tr><tr>
        <td>$r[5]</td></tr><tr>
       </tr></table></td>
    ";
    $no++;
    }
?>

<p><li><a href="download.php">DOWNLOAD</a></li></p>

Jumat, 25 Oktober 2013

syntax PHP membuat Scrollbar dengan Dreamweaver

saat membuat program anda mungkin sedikit kaget saat membuat content isi tetapi ukuran lebar dan tingginya lebih besar dari pada Frame yang anda sediakan, ane sarankan buatlah scrollbar,dmana halaman yang akan anda tampilkan bisa di scroll dalam inner atau template yang anda sediakan

Step#1
buatlah CSS dengan nama style.css

Step#2
tulis syntax ini
#hscroll { 
width: 940px;
height: 560px;
overflow: scroll;
}

Step#3
di dalam form yang akan anda scrooll,buat link agar CSS dapat terbaca
<link rel="stylesheet" type="text/css" href="style.css"  />

Step#4
berikan sumber CSS mana yang akan kita gunakan pada body
<div id="hscroll">
isi kontent
</div>

Step#5
RUning!!!